Kedai Kopi Tertua Di Indonesia

Victoria Ardunio

Tahun belakangan ini penikmat dan kopi semakin berjamur di Indonesia yang disusul dengan maraknya bermunculan kedai kopi di hampir seluruh Indonesia. Jika saat ini yang disajikan di Coffee Shop adalah secangkir cappuccino dari mesin kopi, seperti mesin kopi Victoria Arduino, dulu yang disajikan adalah secangkir kopi dari ceret kuno. Namun kopi klasik tetap bisa dinikmati di kedai kopi modern, cita rasa khas dari kopi asal Indonesia yang membuat beberapa kedai kopi di bawah ini bisa berdiri berpuluh-puluh tahun.

Nah berikut ini akan kami beberapa tempat ngopi atau kedai kopi tertua yang legendaris dan pertama berdiri di Indonesia, mulai dari :

  1. Warung Kopi Ake – Tahun 1921

Tradisi minum kopi di daerah Belitung sudah terjadi lebih dari 100 tahun. Diantara kedai kopi legendaris yang ada, Warung Kopi Ake adalah yang tertua di Belitung. Warung kopi ini berdiri pada tahun 1921, berada di Jalan KV Senang 57, Tanjung Pandan, Belitung. Warung Kopi Ake pun tetap mempertahankan resep turun temurunnya dan yang paling unik adalah peralatan jaman dulu yang digunakan kakek buyutnya, ada gentong air, alat penyulingan air, ketel dan dua teko air. Pada awalnya, Warung Kopi Ake menjual kopinya menggunakan gerobak. Sekarang Warung Kopi Ake sudah dikelola oleh generasi ke-4. Menu andalannya adalah kopi susu dan teh susu. Warung Kopi Ake dapat menampung hingga 50 orang dan buka setiap hari pukul 08.00–22.30 WIB.

  1. Warung Tinggi Tek Sun Ho – Tahun 1878

Warung Tinggi terletak di Hayam Wuruk, Jakarta. Kedai kopi ini sebelumnya bernama Tek Sun Ho yang didirikan oleh Liaw Tek Soen pada tahun 1878. Kedai kopi yang berusia 138 tahun ini sudah bertahan melintasi lima generasi keturunannya. Menu kopi yang terkenal di sana adalah Kopi Jantan dan Kopi Betina. Kopi Jantan memiliki rasa yang sangat keras dan berkhasiat meningkatkan vitalitas, sedangkan Kopi Betinda banyak disukai oleh anak muda. Saat ini, Warung Tinggi menembus pasar supermarket, hotel, dan perkantoran. Mereka juga mengekspor kopi ke Jepang dan Amerika Serikat. Namanya pun berubah atau ditambah menjadi Koffie Warung Tinggi yang berlokasi di Jl. Sekolah Tangki No. 26, Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Jika anda ingin mencicipi Kopi Jantan dan Kopi Betina khas Warung Tinggi, kedai kopi ini buka setiap hari pukul 09.00–15.00 WIB.

  1. Warung Kopi Purnama – Tahun 1930

Kedai Warung Kopi Purnama berada di ruas Jalan Alkateri, Bandung. Berdiri sejak 1930 oleh Yong A Thong, yang merupakan perantauan dari Medan. Awalnya bernama Chang Chong Se yang artinya ‘Silakan Mencoba’. Namun berganti nama menjadi Warung Kopi Purnama karena kebijakan pemerintah Indonesia yang mewajibkan penggunaan pemakaian nama Indonesia pada tahun 1966. Walaupun Coffee Shop sedang marak di Bandung, tapi warung kopi legendaris ini selalu dicari. Hingga hari ini, Warung Kopi Purnama mempertahankan resep yang sama sejak jaman 1930, yaitu kopi susu dan roti bakar selai sarikaya. Istimewanya, mereka menggunakan biji kopi khusus dari Medan. Jika ingin mencoba kopi susunya, datang setiap hari pukul 06.30–17.00 WIB.

  1. Warung Kopi Solong – Tahun 1974

Warung Kopi Solong terletak di Jl. T. Iskandar No. 13-14 (Ulee Kareng), Banda Aceh. Berdiri sejak 1974, kata Solong adalah nama panggilan ayahnya ketika masih bekerja pada orang Tionghoa di Peunayong atau suatu kawasan pemukiman etnis Tionghoa di Banda Aceh. Warung Kopi Solong menjadi salah satu wisata kuliner yang wajib dikunjungi saat berada di Banda Aceh. Warung Kopi Solong ini menggunakan kopi Ulee Kareng yang dikenal karena rasa khas dari kopi acehnya. Warung Kopi Solong mengolahnya menggunakan kopi robusta, jagung, biji jagung, gula, dan mentega. Campuran ini membuat kopi memiliki rasa yang unik dan tiada duanya. Bisanya kopi disajikan dengan makanan tradisional Aceh.

  1. Kedai Massa Kok Tong – Tahun 1925

Kedai kopi Massa Kok Tong dirintis oleh perantau asal negeri Tiongkok, Lim Tee Kee. Saat itu dia berusia 17 tahun dan merintis kedai kopi pada tanggal 29 Juni 1925. Kedai kopi Massa yang pertama didirikan di Jalan Cipto No. 109/115, Pematangsiantar, Sumatra Utara dengan nama Heng Seng. Lim Tee Kee mengutamakan kualitas kopinya, sehingga memilih biji kopi sendiri, meracik dan mengosengnya sendiri hingga tahap menyeduh. Kopi yang bercitarasa klasik itu terkenal hingga sekarang dan telah membuka cabang baru, salah satunya di kota Siantar. Kedai Massa Kok Tong juga memiliki pabrik pengolahan kopi sendiri untuk mempertahankan kualitasnya.

Itulah beberapa kedai kopi tertua yang masih buka hingga saat ini di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *